APA RESIKO DARI VAPING?

Karena vaping masih baru, masih butuh waktu untuk mengetahui resiko penggunaan jangka panjangnya. Tapi, ini hal yang sudah diketahui.

Keberadaan vape belum cukup lama untuk mengetahui resiko penggunaan jangka panjangnya, tapi yang pasti resiko vaping jauh lebih rendah dibandingkan rokok.

Yang kami tau

Pada dasarnya kita tidak boleh menghirup produk apa pun yang tidak diperlukan ke dalam paru-paru, itulah kenapa vape bukan untuk orang yang tidak merokok. Tapi untuk perokok, beralih ke vaping akan bisa mengurangi resiko kesehatan secara signifikan.

“Sekarang telah ada kesepakatan umum bahwa penggunaan vape atau rokok elektronik dapat membuat penggunanya terpapar racun yang lebih sedikit dibandingkan merokok” Electronic Cigarettes for Smoking Cessation, Cochrane review 2016

Secara umum, perokok yang beralih ke vaping bisa mengurangi paparan berbagai zat beracun. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar racun yang terdapat pada rokok yang bisa merusak kesehatan tidak terdapat pada uap vape dan apabila ada jenis racun terdapat pada uap vape, jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan yang terdapat di asap rokok.

Resiko adalah hal yang mungkin terjadi, sedangkan efek samping adalah akibat langsungnya. Pelajari lebih lanjut tentang efek samping vaping. —–>

Yang kami tidak tau

Sampai saat ini, resiko jangka panjang yang disebabkan oleh vape belum diketahui. Walaupun resiko vape jauh lebih rendah dibandingkan rokok, bukan berarti vape bebas resiko. Oleh karena itu vaping hanya untuk orang yang merokok.

“Resiko komparatif penyakit kardiovaskular dan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh vaping belum dihitung tetapi kemungkinan juga jauh di bawah resiko merokok.”Evidence Review of E-cigarettes and Heated Tobacco Products 2018, a report commissioned by Public Health England

Bagaimana dengan resiko kanker?

Kalau memang vaping ternyata diketahui bisa menyebabkan kanker, resikonya hanya sebagian kecil apabila dibandingkan bagaimana merokok dapat menyebabkan kanker.

Kalau lo bukan perokok, sebaiknya jangan mulai vaping. Tapi kalau lo seorang perokok, beralih ke vaping akan sangat mengurangi resiko kanker karena kebanyakan zat kimia penyebab kanker dihasilkan dari asap pembakaran rokok.

Perokok pasif bisa beresiko terhadap kanker paru-paru, tapi belum ada bukti bahwa uap dari vaping dapat menyebabkan kanker.

Vaping mengandung nikotin, tetapi tidak ada bukti bahwa nikotin sendiri dapat secara langsung menyebabkan kanker.

Kalau Popcorn lung?

Kalau kita menelusuri tentang vaping di internat, istilah popcorn lung mungkin akan muncul. popcorn lung biasanya dikaitkan dengan bahan kimia yang memiliki rasa mentega dan awalnya ditemukan di beberapa e-liquid.

Bahan kimia yang membuat rasa mentega itu adalah Diacetyl. Bahan kimia yang apabila digunakan dalam kadar yang tinggi dikaitkan dengan penyebab penyakit langka yang disebut bronkiolitis obliterans. Nama ‘Popcorn Lung’ sendiri berasal dari kasus penyakit yang ditemukan pada pekerja pabrik popcorn, yang memiliki tingkat paparan diacetyl yang tinggi, yang digunakan untuk membumbui popcorn tersebut.

Diacetyl terdapat di kandungan e-liquid vape di masa awal-awal berkembangnya vape. Namun, saat ini penggunaan Diacetyl sudah dilarang dan sudah tidak digunakan oleh sebagian besar produsen e-liquid.

EVALI?

Pada pertengahan September 2019, berita utama di seluruh dunia memperingatkan tentang wabah penyakit paru-paru serius di seluruh AS, yang dikatakan terkait dengan vaping. Pihak berwenang di AS menginvestigasi wabah penyakit yang dikenal dengan E-cigarette or Vaping Associated Lung Injury atau EVALI.

Akhirnya CDC Amerika Serikat memberikan klarifikasi di situs web dan menjelaskan bahwa penyebab sebenarnya sangatlah spesifik. Dr Dana Meaney-Delman, kepala tim CDC yang menyelidiki wabah tersebut melaporkan bahwa “Kami telah menyimpulkan bahwa produk yang mengandung THC dan Vitamin E Asetatlal yang menyebabkan cedera paru-paru pada sebagian besar pasien.”

THC adalah komponen psiko aktif utama pada tanaman ganja. Jadi, gunakanlah vape secara bertanggung jawab dan jangan pernah menggunakan narkoba pada vape karena itu adalah penyebab utama wabah EVALI di Amerika Serikat.

Uap vape pasif

Dikarenakan vape tergolong baru, belum ada bukti bahwa uap vape berbahaya untuk orang disekitar.

“Hingga saat ini, belum ada resiko kesehatan yang teridektifikasi dari uap vape pasif terhadap kesehatan orang yang berada disekitar”Evidence Review of E-cigarettes and Heated Tobacco Products 2018, a report commissioned by Public Health England

Namun, ada beberapa orang yang sensitive terhadap uap vape dan menganggap uap vape mengganggu. Oleh karena itu, jangan vaping di dekat orang yang tidak merokok atau vaping, terutama anak-anak.